Bu Joko dan Bu Fenty menceritakan keluarganya masing-masing. Sementara Bu Fenty mengeluhkan anak lelakinya yang brandalan, Bu Joko membangga-banggakan anaknya.
‘Anak lelakiku benar-benar anak teladan idaman. Dia nggak pernah membantah, kelakuannya pun nggak neko-neko.’
‘Wah, menyenangkan itu. Apa dia merokok?’
‘Enggak. Bau asapnya aja dia nggak tahan!’
‘Bagaimana dengan minuman keras?’
‘Ya enggaklah. Dia anak baik-baik, kok.’
‘Bisa aja dia ngaku nggak minum tapi pas nongkrong sama temennya habis segentong.’
‘Nggak mungkin. Main aja dia kuantar jemput. Aku kenal semua temennya kok.’
‘Hah?! Jam berapa Bu Joko jemput dia pulang nongkrong.’
‘Ah, paling cuma sampai sore.’
‘Hebat sekali hasil didikan Bu Joko. Tapi betewe, sekarang putranya usia berapa?’
‘Terima kasih. Bulan depan dia genap 5 tahun.’
Gggubrakkk!



