Cerita lucu yang juga konyol ini masih lanjutan dari pengalamannya dr.GM.Blung. Berdasar pada pengalaman gagal ketika ngajarin pasangan Indra & Indri (baca: Kondom Ajaib), dr.GM.Blung sejak itu memilih menggunakan dildo untuk simulasi penggunaan kondom. Dia pikir, untuk keperluan penyuluhan, dildo tidak akan dianggap sebagai barang porno. Amannn… . Kelebihannya, dildo memang mirip sekali dengan p*nis. Beda dengan jempolnya yang bentek, dan mudah mengundang salah pengertian pasien/klien.
Nah, hari itu setelah Indra & Indri beranjak pergi, masuklah Romi & Yuli sebagai pasien urutan berikutnya. Melihat Yuli yang hamil muda sedang diperiksa perawatnya, dr.GM.Blung melirik curiga pada Romi. “Anda paham tidak dengan petunjuk penggunaan kondom yang saya ajarkan beberapa bulan yang lalu?” “Paham kok, dok. Benar-benar manjur dan akurat!” sahut Romi yakin. “Saya pikir Anda termasuk warga Indonesia yang cukup cerdas memahami cara memakai kondom yang benar. Tapi, apa sungguh, Anda pasangkan pada p*nis Anda?” dr.GM.Blung makin tak yakin. “Iya, betul. Bener. Sungguh pada waktu yang tepat.” “Lalu kenapa istri Anda hamil?” tanya dokter penasaran. “Oh, dia memang tidak ingin menunda kehamilan, dok.” “Lalu darimana Anda bisa yakin, cara penggunaan kondom Anda reliabel, akurat dan manjur?” Sembari tersenyum, Romi berbisik pada dr.GM.Blung, “Anda boleh bilang saya cerdas, dok. Saya ujicobakan dulu cara itu pada istri tetangga biar saya bisa lihat efeknya dulu. Benar, dia tidak hamil juga.Terima kasih, dok!” dr.GM.Blung, “Ough… . Endonesahhhh…. .”
Monday September 6th 2010



