“Gitar listrikku kutukar dengan sepeda motor baru,” ujar Udin kepada Ujang.
“Lho, kenapa? Bukankah gitar listrik itu belum lama kaumiliki… . Lagian, gitar seperti itu apa seharga dengan sepeda motor baru?” Ujang tak percaya.
“Yahh…, memang tetanggaku itu baik hati sekali. Dia bilang, lebih baik aku pergi jalan-jalan dengan sepeda motor miliknya daripada kesepian dan bermain gitar seharian di kamar.”
” Oh. Mestinya dia memutus aliran listrik rumahmu saja biar dapat ketenangan dengan harga yang lebih murah dari sepeda motor….”



