pengalaman konyol dan cerita lucu adalah satu cara untuk bertahan hidup bahagia
Sunday September 5th 2010
Your Ad Here
Adsense Indonesia

pengunjung bahagiahaha

Memang Susah jadi Lelaki (baca: suami)

wedang-wedak-2

Masih tentang keluarga Kabul (nama disamarkan-admin), adalah sebuah kisah konyol yang nyata lainnya dari dinamika rumah tangga mereka. Cerita konyol sebelumnya dapat dibaca di sini.

* * *

Sore yang cerah, sayangnya tak secerah hati Bu Kabul yang sedang berbedak, bersiap untuk berangkat ke arisan ibu-ibu se-RT. Tiba-tiba datanglah Pak Kabul dari samping rumah, dan langsung saja menyeruput segelas air yang ada di samping bedak Bu Kabul. Glek, glek, glekh…, tak bersisa.

“Jahenya kurang, Bu. Nggak kerasa. Nggak manis, pula… .”
“Emang bukan wedang jahe, kok,” sahut Bu Kabul ketus. Salah sendiri, ngasih uang arisan kok pas-pasan, batinnya.
“Lah, lha wedang apa ini? Jus sawo tanpa gula?”
“Bukan!” kata Bu Kabul seraya menepuk-nepukkan saput (spons) ke pipinya.
“Uangnya tadi kan nggak cukup buat beli foundation, Pak. Buat alas bedak itu lho… . Makanya biar bedaknya nempel merata…, aku basahi saputnya pakai air di gelas itu… .”
Glekh…, “Ya ampun, Bu… . Aku keracunan obat jerawatmu lagi!”

* * *

Haduh, haduh… . Baru kali ini Pak Kabul tahu darimana ungkapan ‘musuh dalam selimut’ berasal. Dan, sekali lagi, Pak Kabul belajar bahwa kecantikan dan kosmetik bisa jadi hal yang berbahaya bagi lelaki (suami).

Para lelaki, waspadalah, waspadalah!

Reader Feedback

2 Responses to “Memang Susah jadi Lelaki (baca: suami)”

  1. [...] bertahan dalam cuaca seburuk itu, Pak Kabul mengandalkan seberkas sinar lampu dari mobil yang berjalan di depannya. Sejauh ini aman, [...]

  2. [...] Wedang Wedak [...]

Leave a Reply